TOLKAPON

Indikasi: 

terapi tambahan untuk levodopa dengan inhibitor dekarboksilase dopa pada penyakit Parkinson.

Peringatan: 

pada sebagian besar pasien yang menerima dosis levodopa lebih dari 600 mg sehari memerlukan pengurangan dosis levodopa; kehamilan (lampiran 4).
Hepatotoksisitas. Dilaporkan hepatotoksisitas yang berpotensi mengancam jiwa termasuk hepatitis fulminant, biasanya pada 6 bulan pertama; sebelum terapi dimulai, dilakukan uji fungsi hati kemudian dimonitor setiap 2 minggu pada tahun pertama, setiap 4 minggu pada 6 bulan berikutnya dan kemudian setiap 8 minggu (ulangi jadwal monitor jika dosis ditingkatkan); penggunaan dihentikan bila uji fungsi hati menunjukkan hasil yang abnormal atau terjadi gejala gangguan hati; jika sudah dihentikan, tolkapon tidak boleh digunakan lagi.
Konseling. Pasien sebaiknya diberi informasi untuk mengenai gejala gangguan hati dan disarankan untuk segera ke dokter jika muncul gejala seperti anoreksia, mual, muntah, fatigue, nyeri abdomen, urin berwarna gelap atau pruritus.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (tolkapon).

Kontraindikasi: 

gangguan fungsi hati atau peningkatan enzim hati (lihat peringatan), diskinesia berat, feokromositoma, riwayat keganasan neuroleptik, rabdomiolisis atau hipertermia; menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

diare, konstipasi, dispepsia, nyeri abdomen, xerostomia, hepatotoksisitas; nyeri dada, confusionl; perubahan warna urin menjadi gelap; peningkatan efek samping levodopa, sindroma keganasan neuroleptik pada penghentian mendadak atau pengurangan dosis.

Dosis: 

100 mg 3 kali sehari, dengan selang waktu 6 jam setiap dosis; maksimal 200 mg 3 kali sehari pada kondisi terpaksa. Dosis harian pertama sebaiknya diminum pada waktu yang sama dengan levodopa dengan inhibitor dekarboksilase dopa. Dapat dilanjutkan lebih dari 3 minggu hanya jika terjadi perbaikan yang bermakna.