STREPTOMISIN

Indikasi: 

tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain; tularemia, plague, pengobatan brusellosis, pengobatan glanders, enterokokal endokarditis dan streptokokal endokarditis.

Peringatan: 

hipersensitivitas; lihat aminoglikosida.

Kontraindikasi: 

kehamilan; lihat aminoglikosida.

Efek Samping: 

Gangguan kulit/alergi: ruam, indurasi, atau abses di sekitar lokasi suntikan, mati rasa dan kesemutan di sekitar mulut, vertigo.

Dosis: 

injeksi intramuskular, DEWASA: 15 mg/kgBB (12-18 mg/kgBB) per hari (maksimal 1 g) selama 5 hari dalam seminggu  atau 25-30 mg/kgBB 2 kali seminggu. ANAK: 20-40 mg/kgBB sehari (maksimal 1 g) atau 25-30 mg/kgBB 2 kali dalam seminggu. Selama masa pengobatan dosis kumulatif tidak boleh lebih dari 120 g. TULAREMIA:  Dosis dewasa 1 – 2 g sehari dalam dosis terbagi selama 7 – 14 hari atau sampai pasien afebris selama 5 – 7 hari. PLAGUE: Dosis dewasa 2 g (30 mg/kgBB) sehari dalam 2 dosis terbagi minimal selama 10 hari. BRUSELLOSIS: digunakan bersamaan tetrasiklin atau doksisiklin DEWASA: 1 g streptomisin im 1 atau 2 kali sehari selama minggu pertama dan sekali sehari selama pengobatan berikutnya. ANAK: > 8 tahun ,20mg/kgBB (sampai dengan 1 g) streptomisin im sehari umumnya selama 2 minggu. Diberikan bersamaan dengan kotrimoksazol, streptomisin diberikan selama 2 minggu pada awal pengobatan. STREPTOKOKAL ENDOKARDITIS: streptomisin diberikan bersama dengan penisilin, dengan dosis 1 g 2 kali sehari selama 1 minggu diikuti dengan 500mg 2 kali sehari selama 1 minggu. Usia 60 tahun keatas 500 mg 2 kali sehari selama 2 minggu bersamaan dengan penisilin. ENTEROKOKAL ENDOKARDITIS: diberikan bersama penisislin 1 g 2 kali sehari selama 2 minggu diikuti dengan 500 mg 2 kali sehari selama 4 minggu.

List Nama Dagang