SIKLOSERIN

Indikasi: 

dalam kombinasi dengan obat-obat lain, tuberkulosis yang resisten terhadap obat-obat pilihan pertama.

Peringatan: 

hentikan (atau kurangi dosis) jika muncul dermatitis alergik atau gejala toksisitas pada SSP; kurangi dosis pada gangguan fungsi ginjal (hindari jika parah); monitor fungsi hematologi, ginjal, dan hati; kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (sikloserin).

Kontraindikasi: 

gangguan fungsi ginjal berat, epilepsi, depresi, ansietas berat, keadaan psikotik, ketergantungan alkohol; porfiria.

Efek Samping: 

terutama neurologis, termasuk sakit kepala, pusing, vertigo, mengantuk, tremor, kejang, psikosis, depresi; ruam; anemia megaloblastik; perubahan pada uji fungsi hati.

Dosis: 

dosis awal 250 mg setiap 12 jam selama 2 minggu, naikkan sesuai dengan kadar darah dan respons sampai maksimal 500 mg setiap 12 jam; ANAK: dosis awal 10 mg/kg bb/hari disesuaikan menurut kadar darah dan respon.Catatan: diperlukan pemantauan terhadap kadar dalam darah terutama pada kelainan fungsi ginjal atau jika dosis lebih dari 500 mg per hari atau jika tanda-tanda toksisitas; kadar darah tidak boleh melebihi 30 mg/liter.