ROPINIROL HIDROKLORIDA

Indikasi: 

Parkinson idiopatik, sebagai monoterapi maupun terapi tambahan levodopa.

Peringatan: 

penyakit jantung berat, psikotik mayor, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal.

Interaksi: 

Antibakteri: siprofloksasin menghambat metabolisme ropinirol (konsentrasi dalam palsma meningkat), Antipsikotik: disarankan untuk menghindari penggunaan bersama antipsikotik (efek antagonisme), Memantin: memantin dapat meningkatkn efek dopinaminergik, Metildopa: metildopa mengantagonis efek antiparkinson dari dopaminergik, Metoklopramid: disarankan untuk menghindari penggunaan bersama metoklopramid (efek antagonis), Estrogen: estrogen meningkatkan konsentrasi dalam plasma.

Kontraindikasi: 

hipersensitif, kehamilan, menyusui.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri abdominal, dispepsia, konstipasi, hipotensi, sinkope, udem perifer, mengantuk (termasuk tidur yang tiba-tiba), pusing, gugup, lelah, diskinesia, halusinasi, bingung; psikosis, ketagihan berjudi, hiperseksualitas, dan peningkatan libido.

Dosis: 

Dosis awal, 2 mg sekali sehari selama satu minggu, dilanjutkan dengan titrasi dosis yaitu 4 mg sekali sehari selama minggu kedua, 6 mg sekali sehari selama minggu ketiga dan 8 mg sekali sehari dalam minggu keempat. Peningkatan dosis dapat dilakukan tiap satu sampai dua minggu sebanyak 4 mg, jika diperlukan. Dosis maksimum perhari adalah 24 mg.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id