PERGOLID MESILAT

Indikasi: 

terapi tunggal atau terapi tambahan pada levodopa untuk penyakit Parkinson jika agonis reseptor dopamin selain turunan ergot tidak sesuai.

Peringatan: 

aritmia atau penyakit jantung lain; sebelum terapi dilakukan pemeriksaan penyakit valvular simptomatik (lihat keterangan di atas- Reaksi fibrosis); riwayat mengalami confusion atau halusinasi, diskinesia (dapat lebih parah); tingkatkan dosis secara bertahap dan hindari penghentian obat secara mendadak; porfiria; kehamilan (lampiran 4); menyusui (lampiran 5).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (pergolid).

Kontraindikasi: 

riwayat gangguan fibrosis, penyakit katup jantung.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; halusinasi, confusion, pusing, diskinesia, mengantung, nyeri abdomen, mual, muntah, dispepsia, diplopia, rinitis, dispnea, pleuritis, efusi pleural, fibrosis pleural, perikarditis, efusi perikardial, valvulopati kardiak dan fibrosis retroperitoneal, insomnia, konstipasi atau diare, hipotensi, sinkop, takikardi dan kontraksi prematur arteri, ruam kulit, demam, fenomena Raynaud, sindrom keganasan neuroleptik.

Dosis: 

monoterapi, 50 mikrogram pada malam hari, hari pertama, kemudian 50 mikrogram dua kali sehari pda hari 2-4, kemudian ditingkatkan dengan 100-250 mikrogram per hari setiap 3-4 hari (diberikan dalam tiga dosis terbagi) hingga dosis harian 1,5 mg pada hari 28; setelah hari 30, terus ditingkatkan hingga 250 mikrogram seminggu dua kali; dosis pemeliharaan 2-2,5 mg per hari; maksimal 5 mg per hari. Terapi tambahan pada levodopa, 50 mikrogram per hari selama 2 hari, ditingkatkan secara bertahap dengan 100-150 mikrogram setiap 3 hari selama 12 hari berikutnya, biasanya diberikan dalam 3 dosis terbagi; kemudian ditingkatkan 250 mikrogram setiap 3 hari; dosis pemeliharaan 3 mg per hari; maksimal 5 mg per hari; selama titrasi dosis pergolid, dosis levodopa diturunkan dengan hati-hati.