NALTREKSON

Indikasi: 

terapi tambahan untuk mencegah kambuhan pada pasien ketergantungan opioid yang sedang mengalami detoksifikasi (pasien yang tetap bebas opioid dalam waktu 7-10 hari).

Peringatan: 

gangguan fungsi ginjal dan hati; uji fungsi hati sebelum dan sesudah terapi perlu dilakukan; uji ketergantungan opioid dengan nalokson; hindari penggunaan bersamaan dengan opioid namun penggunaan analgesik opioid dengan dosis yang ditingkatkan dapat diberikan untuk mengatasi nyeri (monitor intoksikasi opioid); kehamilan, menyusui.

Kontraindikasi: 

pasien yang masih mengalami ketergantungan pada opioid; hepatitis akut atau gagal hati.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri abdomen, ansietas, rasa gugup, kesulitan tidur, sakit kepala, energi yang berkurang, nyeri otot dan sendi; kurang sering terjadi, hilang nafsu makan, diare, konstipasi, rasa haus yang meningkat, nyeri dada, peningkatan keringat dan lakrimasi, peningkatan energi, rasa ingin jatuh, iritabilitas, pusing, menggigil, ejakulasi yang tertunda, potensi yang menurun, ruam kulit; kadang-kadang terjadi, abnormalitas fungsi hati, trombositopenia idiopatik yang reversibel.

Dosis: 

Awal, 25 mg kemudian 50 mg; total dosis satu minggu dapat dibagi dan diberikan dalam 3 hari untuk memperbaiki kepatuhan (misal 100 mg pada hari Senin dan Rabu, dan 150 mg pada hari Jum'at). Anak tidak direkomendasikan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id