MIRTAZAPIN

Indikasi: 

depresi mayor.

Peringatan: 

gangguan jantung, hipotensi, riwayat retensi urin, sensitif mengalami glaukoma sudut sempit, diabetes melitus, penyakit jiwa (dapat memperburuk gejala gangguan kejiwaan), riwayat seizure atau depresi bipolar; gangguan fungsi hati; gangguan fungsi ginjal; kehamilan (lampiran 4); menyusui (lampiran 5). Gangguan darah: Pasien harus melaporkan setiap gejala demam, nyeri kerongkongan, stomatitis atau gejala lain dari infeksi selama terapi. Obat harus segera dihentikan jika terjadi diskrasia darah. Gejala putus obat : mual, muntah, pusing, agitasi, ansietas dan sakit kepala merupakan gejala yang umum terjadi jika obat dihentikan secara tiba-tiba atau jika dosis obat diturunkan secara bermakna; dosis sebaiknya diturunkan perlahan dalam beberapa minggu.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (mirtazapin).

Efek Samping: 

meningkatkan nafsu makan dan berat badan; edema, sedasi; kurang umum terjadi, pusing, sakit kepala; jarang, hipotensi postural, mimpi yang abnormal, mania, perilaku ingin bunuh diri, seizure, tremor, mioklonik, paraestesia, artralgia, mialgia, akatisia, ruam kulit dan gangguan darah termasuk agranulositosis yang terjadi secara reversibel (lihat peringatan); sangat jarang, glaukoma sudut sempit.

Dosis: 

Awal, 15 mg sehari, diminum menjelang tidur pada malam hari, dapat ditingkatkan dalam 2-4 minggu menurut respons; maksimal 45 mg sehari sebagai dosis tunggal pada malam hari menjelang tidur atau dalam dua dosis terbagi; ANAK dan REMAJA di bawah 18 tahun, tidak direkomendasikan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id