LEVODOPA

Indikasi: 

parkinsonisme (tetapi bukan gejala ekstrapiramidal yang diinduksi obat); lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

penyakit paru, tukak peptik, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, osteomalasia, glaukoma sudut terbuka, sensitif mengalami glaukoma sudut sempit, riwayat melanoma kulit (risiko aktivasi), penyakit psikiatrik (hindari jika berat); peringatkan pasien mengenai rasa kantuk yang berlebih (lihat keterangan di atas); pada penggunaan jangka panjang, disarankan untuk memonitor kardiovaskular, ginjal, hematologi, hati dan kejiwaan; peringatkan pasien untuk mengurangi aktivitas normal secara bertahap; hindari penghentian obat secara mendadak.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (levodopa).

Kontraindikasi: 

kehamilan (lampiran 4); menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

anoreksia, mual dan muntah, insomnia, agitasi, hipotensi postural (jarang hipertensi labil), pusing, takikardi, aritmia, perubahan warna urin menjadi kemerahan; jarang, hipersensitivitas, gerakan tidak terkontrol yang abnormal, gejala kejiwaan seperti hipomania, yang dibatasi dengan dosis; depresi, mengantuk, sakit kepala, muka memerah, berkeringat, perdarahan gastro-intestinal, neuropati perifer, gangguan pengecapan, pruritus, ruam kulit, perubahan enzim hati; sindrom seperti sindrom malignan neuroleptik pada pemutusan obat; sangat jarang, glaukoma sudut sempit.

Dosis: 

Awal, 125-500 mg per hari dalam dosis terbagi setelah makan, ditingkatkan menurut respons (jarang digunakan sebagai tunggal).