GRANISETRON

Indikasi: 

Pencegahan dan pengobatan (pengendalian) mual dan muntah akut dan delayed yang menyertai kemoterapi dan radioterapi; mual dan muntah pasca bedah.

Peringatan: 

kehamilan (lihat Lampiran 4) dan menyusui (lihat Lampiran 5), obstruksi intestinal subakut.

Interaksi: 

Granisetron aman digunakan bersama benzodiazepin, anti tukak dan neuroleptik. Juga tidak memperlihatkan interaksi dengan kemoterapi yang menyebabkan muntah. Tidak ada studi interaksi spesifik pada pasien yang dianestesi, tetapi granisetron aman digunakan bersama anestesi dan analgesik. Aktivitas sitokrom P450 subfamili 3A4 (metabolisme analgesik narkotik) tidak dipengaruhi oleh granisetron.

Kontraindikasi: 

pasien yang hipersensitif terhadap granisetron.

Efek Samping: 

konstipasi, sakit kepala, ruam kulit, kenaikan sementara enzim hati, reaksi hipersensitifitas.

Dosis: 

mual dan muntah akibat pemberian kemoterapi sitotoksik atau radioterapi, oral 1-2 mg dalam waktu 1 jam sebelum kemoterapi atau radioterapi, kemudian 2 mg per hari dalam dosis terbagi 1-2 selama kemoterapi atau radioterapi; jika infus intravena juga diberikan, kombinasi maksimal total 9 mg dalam 24 jam; ANAK 20 mcg/kg bb (maksimal 1 mg) dalam waktu 1 jam sebelum terapi sitotoksik atau radioterapi, kemudian 20 mcg/kg bb (maksimal 1 mg) dua kali sehari sampai dengan 5 hari selama kemoterapi atau radioterapi. Injeksi intravena (encerkan dalam 15 ml natrium klorida 0,9% dan diberikan tidak lebih dari 30 detik) atau dengan infus intravena (lebih dari 5 menit); pencegahan, 3 mg sebelum dimulai terapi sitotoksik (sampai dengan 2 dosis tambahan 3 mg dapat diberikan dalam waktu 24 jam); penggunaan sebagai pencegahan (2 dosis tambahan tidak boleh diberikan kurang dari 10 menit jaraknya); maksimal 9 mg dalam 24 jam. ANAK: infus intravena (lebih dari 5 menit). Pencegahan, 40 mcg/kg bb (maks. 3 mg) sebelum mulai terapi sitotoksik. Pengobatan: seperti pada pencegahan, satu dosis tambahan 40 mcg/kg bb (maks. 3 mg) dapat diberikan dalam 24 jam (tidak kurang dari 10 menit setelah dosis awal).Mual dan muntah pasca bedah, dengan injeksi intravena. (diencerkan hingga 5 ml dan diberikan lebih dari 30 detik). Pencegahan 1 mg sebelum induksi anestesi; Pengobatan, 1 mg, seperti pada pencegahan; maksimal 2 mg sehari; ANAK: tidak dianjurkan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id