EFAVIRENZ

Indikasi: 

pengobatan infeksi HIV pada dewasa, remaja dan anak, dalam bentuk kombinasi dengan obat antiretroviral lainnya.

Peringatan: 

Hepatitis B atau C kronik (meningkatnya risiko efek samping pada hati), gangguan fungsi hati (hindari jika parah) gangguan fungsi ginjal parah (Lampiran 3) kehamilan (Lampiran 2), lansia, pasien yang memiliki sejarah penyakit mental atau kejang RUAM. Ruam, biasanya terjadi pada 2 pekan pertama,merupakan efek samping yang paling umum; hentikan bila ruam parah dengan rasa panas, desquamation, melibatkan mukosa atau demam; jika ruam hanya ringan sampai sedang, dapat dilanjutkan tanpa penghentian- ruam biasanya sembuh dalam 1 bulan.

Kelainan Psikiatrik. Pasien atau yang menjaga pasien harus disarankan untuk segera menemui tenaga medis jika muncul gejala depresi parah, psikosis atau keinginan untuk bunuh diri.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Efavirenz).

Kontraindikasi: 

wanita menyusui (Lampiran 5), hipersensitif, pemberian bersamaan dengan terfenadin, astemizol, cisaprid, midazolam, triazolam dan turunan ergot, gangguan fungsi hati berat.

Efek Samping: 

ruam termasuk sindroma Steven-Johnson (lihat di bawah RUAM); sakit perut, diare, nausea, muntah, ansietas, depresi, gangguan tidur, mimpi yang tidak normal,pusing, sakit kepala, lelah, gangguan dalam konsentrasi (pemberian pada jam tidur, khususnya pada 2–4 pekan pertama menurunkan efek pada sistem saraf pusat); pruritis; kurang umum, pankreatitis, hepatitis, psikosis, mania, pemikiran untuk bunuh diri, amnesia,ataksia, konvulsi, dan pandangan kabur; juga dilaporkan adanya gagal hati, peningkatan serum kolesterol, ginekomastia, fotosensitifitas.

Dosis: 

Dosis untuk dewasa yang direkomendasikan pada kombinasi dengan inhibitor protease dan/atau inhibitor nucleoside analogue reverse transcriptase (NRTIs) adalah 600 mg, sekali sehari. Dosis untuk remaja di bawah 17 tahun dengan berat >40 kg adalah 600 mg. Dapat diminum dengan atau tanpa makan. Tidak dianjurkan untuk anak-anak yang beratnya kurang dari 40 kg.