DOLASETRON MESILAT

Indikasi: 

pencegahan mual dan muntah pasca kemoterapi sitotoksik, pencegahan mual dan muntah pada siklus kemoterapi, pencegahan mual dan muntah pasca bedah, terapi mual dan muntah pasca bedah.

Peringatan: 

interval QT memanjang, gangguan konduksi jantung, pemakaian bersama dengan obat-obatan yang memperpanjang interval QT, gagal jantung kongestif, hamil dan menyusui.

Efek Samping: 

diare, konstipasi, dispepsia, nyeri abdomen, flatulens, gangguan rasa, takikardia, bradikardia. Perubahan pada EKG, flushing; demam, menggigil; sakit kepala, gangguan tidur, kelelahan, pusing, mengantuk, anoreksia; reaksi hipersensitivitas termasuk ruam, gatal, urtikaria, angioedema, dan anafilaksis; obstruksi usus jarang, pankreatitis, kuning, kejang, aritmia jantung, reaksi lokasi penyuntikan, hipotensi berat dan bradikardia pasca penyuntikan intravena sangat jarang.

Dosis: 

pencegahan mual dan muntah pasca kemoterapi, oral 200 mg 1 jam sebelum tindakan atau injeksi intravena (diberikan dalam 30 detik) atau drip 100 mg 30 menit sebelum tindakan. Pencegahan mual dan muntah, yang tertunda, pada siklus kemoterapi, oral 200 mg satu kali sehari. Catatan: berhubungan dengan siklus kemoterapi Dolasetron dapat digunakan maksimal 4 hari berturut-turut. Pencegahan mual dan muntah pasca bedah, oral, 50 mg sebelum induksi anestesi atau injeksi intravena (diberikan dalam 30 detik) atau drip 12,5 mg setelah penghentian anestesi. Terapi mual dan muntah pasca bedah injeksi intravena (diberikan dalam 30 detik) atau drip 12,5 mg.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id