5.6.6 Filaria

Dietilkarbamazin efektif mengatasi mikrofilaria dan bentuk dewasa dari Loa loa, Wuchereria bancroft dan Brugia malayi. Untuk mengurangi reaksi pengobatan yang tidak dikehendaki, terapi dimulai dengan dosis 1 mg/kg bb pada hari pertama dan ditingkatkan secara bertahap menjadi 6 mg/kg bb dalam dosis terbagi selama 3 hari. Dosis ini dipertahankan selama 21 hari. Pengawasan saat pengobatan diperlukan terutama pada fase awal.

Pada infeksi berat, dapat terjadi reaksi demam dan pada infeksi berat akibat Loa loa, dapat terjadi risiko mengalami ensefalopati. Pengobatan dihentikan jika terjadi gangguan serebral.

Albendazol dikenal sebagai obat yang digunakan dalam pengobatan cacing usus (cacing gelang, cacing kremi, cacing cambuk, cacing tambang). Albendazol juga dapat meningkatkan efek dietilkarbamazin dalam mematikan cacing filaria dewasa dan mikrofilaria tanpa menambah reaksi yang tidak dikehendaki.

Di daerah endemis filariasis, seringkali prevalensi cacing usus cukup tinggi, sehingga penggunaan albendazol dalam pengobatan massal filariasis juga akan efektif mengendalikan prevalensi cacing usus.

Monografi: