5.6.3 Cacing Pita (Taenia)

TAENISIDA
Niklosamid
merupakan obat yang paling banyak digunakan untuk infeksi cacing pita, dan efek sampingnya terbatas pada gangguan saluran cerna biasa, sakit kepala ringan dan gatal. Niklosamid tidak efektif untuk larva cacing. Kekhawatiran terhadap terjadinya cysticerosis pada infeksi Taenia solium tidak terbukti. Dapat diberikan pencahar 2 jam sesudah pemberian obat dan dapat diberikan obat anti muntah sebelum pemberian obat. Prazikuantel sama efektivitasnya dengan niklosamid dan diberikan dalam dosis tunggal 10-20 mg/kg bb setelah sarapan ringan (25 mg/kg bb untuk untuk Hymenolepis nana).

KISTA HIDATID
Kista yang disebabkan oleh Echinococcus granulosus berkembang perlahan-lahan dan pasien asimtomatik tidak selalu harus diobati. Tindakan bedah merupakan pilihan untuk sebagian besar kasus. Albendazol digunakan setelah tindakan bedah untuk mengurangi risiko kekambuhan atau sebagai pengobatan primer bila tindakan bedah tidak memungkinkan. Kista alveolaris yang disebabkan oleh Echinococcus multilocularis umumya fatal bila tidak diobati. Pengobatan pilihan adalah bedah dan albendazol. Bila bedah yang efektif tidak bisa dilakukan, pemberian albendazol secara berulang (selama satu tahun atau lebih) mungkin membantu. Selama pengobatan perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala.

Monografi: 

ALBENDAZOL

Indikasi: 

terapi tambahan (sesudah operasi) untuk kista hidatid yang disebabkan oleh Echinococcus granulosus, Echinococcus multilocularis atau sebagai obat primer bila tindakan bedah tidak bisa dilakukan. Strongiloidiasis.

Peringatan: 

Lakukan hitung jenis sel darah dan tes fungsi hati sebelum pengobatan dan dua kali selama tiap siklus pengobatan. Ibu menyusui; hindari kehamilan sebelum mengobati (kontrasepsi non hormonal selama dan 1 bulan sesudah pengobatan).

Kontraindikasi: 

kehamilan.

Efek Samping: 

gangguan saluran cerna, sakit kepala, pusing, gangguan enzim hati, alopesia reversibel, ruam, demam, gangguan darah (leukopenia, pansitopenia); syok alergi bila terjadi kebocoran kista, kejang dan meningismus pada penyakit serebral.

Dosis: 

E. granulosus: DEWASA: Terapi medikamentosa: 800 mg/hari dalam dosis terbagi, selama 28 hari dilanjutkan dengan istirahat 14 hari. Pemberian diulangi sampai 3 siklus. Sebelum operasi: 800 mg/hari selama 28 hari, diikuti periode bebas obat selama 14 hari. Ulangi satu siklus lagi sebelum operasi. Sesudah operasi: (bila kista masih hidup setelah pengobatan pra bedah, atau bila tidak mendapat pengobatan pra bedah, atau bila pengobatan pra bedah tidak mencukupi): 800 mg/hari dalam dosis terbagi, selama 28 hari diikuti istirahat 14 hari. Ulangi siklus pengobatan satu kali lagi.
E. multilocularis: DEWASA (lebih besar dari 60 kg): 800 mg/hari dalam dosis terbagi, diberikan selama 28 hari, diikuti masa istirahat selama 14 hari. Adakalanya diperlukan pengobatan jangka panjang (lihat keterangan di atas).