5.4.1.3 Penghambat Reverse Transkriptase Non-Nukleosida (NNRTIs)

Obat pada golongan ini bekerja dengan memblok aktivitas reverse transkriptase dengan cara mengikat enzim pada tempat kerjanya. Tidak seperti penghambat reverse transkriptase nukleosida (NRTIs), NNRTIs tidak mengalami fosforilasi. Selain itu, obat golongan ini aktif terhadap HIV-2, tidak hanya aktif terhadap HIV-1.

Semua obat dalam golongan ini dimetabolism eoleh sistem CYP450, sehingga risiko terjadinya interaksi obat sangat tinggi.

Monografi: 

EFAVIRENZ

Indikasi: 

pengobatan infeksi HIV pada dewasa, remaja dan anak, dalam bentuk kombinasi dengan obat antiretroviral lainnya.

Peringatan: 

Hepatitis B atau C kronik (meningkatnya risiko efek samping pada hati), gangguan fungsi hati (hindari jika parah) gangguan fungsi ginjal parah (Lampiran 3) kehamilan (Lampiran 2), lansia, pasien yang memiliki sejarah penyakit mental atau kejang RUAM. Ruam, biasanya terjadi pada 2 pekan pertama,merupakan efek samping yang paling umum; hentikan bila ruam parah dengan rasa panas, desquamation, melibatkan mukosa atau demam; jika ruam hanya ringan sampai sedang, dapat dilanjutkan tanpa penghentian- ruam biasanya sembuh dalam 1 bulan.

Kelainan Psikiatrik. Pasien atau yang menjaga pasien harus disarankan untuk segera menemui tenaga medis jika muncul gejala depresi parah, psikosis atau keinginan untuk bunuh diri.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Efavirenz).

Kontraindikasi: 

wanita menyusui (Lampiran 5), hipersensitif, pemberian bersamaan dengan terfenadin, astemizol, cisaprid, midazolam, triazolam dan turunan ergot, gangguan fungsi hati berat.

Efek Samping: 

ruam termasuk sindroma Steven-Johnson (lihat di bawah RUAM); sakit perut, diare, nausea, muntah, ansietas, depresi, gangguan tidur, mimpi yang tidak normal,pusing, sakit kepala, lelah, gangguan dalam konsentrasi (pemberian pada jam tidur, khususnya pada 2–4 pekan pertama menurunkan efek pada sistem saraf pusat); pruritis; kurang umum, pankreatitis, hepatitis, psikosis, mania, pemikiran untuk bunuh diri, amnesia,ataksia, konvulsi, dan pandangan kabur; juga dilaporkan adanya gagal hati, peningkatan serum kolesterol, ginekomastia, fotosensitifitas.

Dosis: 

Dosis untuk dewasa yang direkomendasikan pada kombinasi dengan inhibitor protease dan/atau inhibitor nucleoside analogue reverse transcriptase (NRTIs) adalah 600 mg, sekali sehari. Dosis untuk remaja di bawah 17 tahun dengan berat >40 kg adalah 600 mg. Dapat diminum dengan atau tanpa makan. Tidak dianjurkan untuk anak-anak yang beratnya kurang dari 40 kg.

NEVIRAPIN

Indikasi: 

infeksi HIV progresif atau lanjut. Dalam kombinasi dengan anti retroviral lainnya digunakan untuk infeksi HIV. Resistensi nevirapin dapat terjadi dengan cepat dan tanpa adanya bentuk, oleh karena itu nrvirapin harus diberikan secara kombinasi dengan sekurang-kurangnya 2 antiretroviral lain; Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak pada wanita hamil.

Peringatan: 

gangguan fungsi hati (lihat keterangan di bawah); hepatitis B kronik, hepatitis C kronik, hitungan sel CD4 tinggi, dan wanita (semua risiko yang berat dari efek samping hepar-produsen menyarankan untuk menghindari penggunaanya pada wanita dengan hitungan sel CD4 lebih besar daripada 250 sel/mm3 atau pada laki-laki dengan hitungan sel CD4 lebih besar dari 400 sel/mm3 kecuali jika keuntungannya lebih besar dibanding risikonya); kehamilan (lihat Lampiran 4).

Penyakit Hepatik. Hepatotoksisitas yang potensial mengancam jiwa termasuk hepatitis fulminant fatal biasanya dilaporkan pada 6 minggu pertama; pengawasan ketat dibutuhkan selama 18 minggu pertama; monitor fungsi hati sebelum pengobatan kemudian setiap 2 minggu selama 2 bulan kemudian setelah satu bulan dan secara teratur; hentikan secara permanen bila terjadi abnormalitas pada tes fungsi hati yang disertai reaksi hipersensitivitas (ruam kulit, demam, athralgia, mialgia, limfadenopati, hepatitis, gangguan fungsi ginjal, eosinofilia, granulositopenia); tangguhkan apabila tes fungsi hati abnormal parah tapi tidak disertai reaksi hipersensitifitas– hentikan secara permanen jika terjadi lagi fungsi hati abnormal; monitor pasien dengan ketat bila tes fungsi hati abnormal ringan hingga sedang tanpa reaksi hipersensitivitas.

Catatan. Bila pengobatan dihentikan selama lebih dari 7 hari, berikan lagi dosis 200 mg sehari (ANAK 4 mg/kg bb sehari) dan tingkatkan dosis dengan hati-hati.

Ruam Kulit. Ruam kulit biasanya terjadi pada 6 minggu pertama, merupakan efek samping yang paling sering; kejadian ruam kulit berkurang bila dosis awalnya rendah dan dinaikkan bertahap; monitor dengan ketat reaksi pada kulit 18 minggu pertama; hentikan secara permanent bila ruam kulit menjadi parah atau bila ruam kulit disertai pelepuhan, lesi oral, konjungtivitis, udema wajah, malaise umum atau reaksi hipersensitivitas; jika ruam kulit ringan atau sedang dapat dilanjutkan tanpa pemutusan tetapi dosis tidak boleh dinaikkan sampai ruam kulit sembuh.

Konseling. Pasien harus diberitahu mengenai cara untuk mengenal reaksi hipersensitivitas dan disarankan untuk menghentikan pengobatan dan meminta pengobatan medis dengan segera bila gejala hepatitis, reaksi kulit yang parah, atau reaksi hipersensitifitas memburuk.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Nevirapin).

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap nevirapin, menyusui (lihat Lampiran 5); gangguan fungsi hati yang berat; profilaksis setelah pemaparan (post-exposure prophylaxis).

Efek Samping: 

ruam kulit termasuk sindrom Steven-Johnson (jarang), nekrolisis epidermal toksik (lihat juga perhatian di atas); mual, hepatitis (lihat juga penyakit hepatik di atas), sakit kepala; muntah, nyeri abdomen, lelah, demam dan mialgia; diare (jarang), angiodema, anafilaksis, reaksi hipersensitifitas (termasuk reaksi hepatik dan ruam kulit, lihat penyakit hepatik di atas), atralgia, anemia, dan granulositopenia (lebih sering pada anak- anak); reaksi neuropsikiatri (sangat jarang).

Dosis: 

200 mg sekali sehari untuk 14 hari pertama kemudian (jika tidak muncul ruam kulit) 200 mg dua kali sehari; ANAK berusia 2 bulan-8 tahun, 4 mg/kg bb sekali sehari untuk 14 hari pertama kemudian (jika tidak muncul ruam kulit) 7 mg/kg bb dua kali sehari (maks. 400 mg sehari); 8-16 tahun (tetapi di bawah 50 kg), 4 mg/kg bb sekali sehari untuk 14 hari pertama kemudian (jika tidak muncul ruam kulit) 4 mg/kg bb dua kali sehari (maksimal 400 mg sehari); lebih dari 50 kg seperti dosis dewasa.

Untuk pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, dosis untuk wanita hamil adalah dosis tunggal 200 mg, yang diikuti oleh bayi yang baru lahir 2 mg/kg bb sebagai dosis tunggal secara oral dalam waktu 72 jam setelah dilahirkan.