4.9.2 Antimuskarinik

Kerja antiparkinson obat antimuskarinik dengan cara mengurangi efek kolinergik sentral yang berlebihan akibat adanya defisiensi dopamin. Obat antimuskarinik bermanfaat pada parkinsonisme yang diinduksi oleh obat, namun tidak digunakan pada Parkinson yang idiopatik, karena obat ini kurang efektif dibandingkan obat dopaminergik dan dapat menyebabkan kerusakan kognitif.

Obat antimuskarinik, benzatropin, orfenadrin, prosiklidin, dan triheksifenidil (benzheksol) mengurangi gejala Parkinson yang diinduksi oleh obat antipsikotik. Tidak dibenarkan obat ini diberikan secara rutin walau efek samping Parkinsonian tidak muncul. Tardive dyskinesia tidak mengalami perbaikan dengan pemberian antimuskarinik bahkan mungkin bertambah buruk.

Pada Parkinson idiopatik, antimuskarinik mengurangi tremor dan rigiditas, tapi obat ini memiliki sedikit efek pada bradikinesia. Obat ini mungkin bermanfaat mengurangi sialorea.

Tidak ada perbedaan penting antara antimuskarinik, namun toleransi pasien berbeda-beda untuk tiap antimuskarinik. Benzatropin dapat diberikan secara parenteral dan obat ini efektif sebagai terapi emergensi reaksi distonia akut yang diinduksi oleh obat.

Peringatan. Antimuskarinik sebaiknya digunakan secara hati-hati pada penyakit kardiovaskular, hipertensi, gangguan psikotik, hipertrofi prostat, pireksia, pada orang dengan kecenderungan mengalami glaukoma sudut sempit, dan pada orang lansia. Pada pasien yang menerima terapi jangka lama, antimuskarinik sebaiknya dihentikan secara bertahap. Antimuskarinik sering disalahgunakan. Obat ini sebaiknya digunakan secara hati-hati pada gangguan hepatik, gangguan ginjal, kehamilan (lampiran 4), dan menyusui (lampiran 5). Interaksi: lampiran 1 (antimuskarinik).

Mengemudi. Mungkin dapat mengganggu kemampuan misalnya mengemudi.

Kontraindikasi.
Antimuskarinik sebaiknya dihindari pada obstruksi gastrointestinal dan miastenia gravis.

Efek samping. Efek samping antimuskarinik meliputi konstipasi, mulut kering, mual, muntah, takikardia, pusing, kebingungan, euforia, halusinasi, gangguan memori, ansietas, gelisah, retensi urin, pandangan kabur, dan ruam. Glaukoma sudut sempit dapat timbul, tapi amat jarang.

Monografi: 

TRIHEKSIFENIDIL

Indikasi: 

parkinsonisme, gangguan ekstrapiramidal karena obat (kecuali tardive dyskinesia).

Peringatan: 

penyakit kardiovakular, hati atau ginjal, hindari pemutusan obat mendadak; lansia.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (antimuskarinik).

Kontraindikasi: 

retensi urin, glaukoma (sudut sempit), dan obstruksi saluran cerna.

Efek Samping: 

mulut kering, gangguan saluran cerna, pusing, penglihatan kabur; lebih jarang: retensi urin, takikardia, hipersensitivitas, gugup; dosis tinggi pada pasien yang peka: bingung, eksitasi, gangguan jiwa.

Dosis: 

1 mg/hari, dinaikkan bertahap. Dosis pemeliharaan 5-15 mg/hari, terbagi dalam 3-4 kali pemberian. LANSIA: dosis di batas bawah dari kisaran dosis.