4.8.3 Kejang demam

Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh sampai di atas 38oC, yang disebabkan oleh karena proses ekstrakranial.

Kejang demam singkat, seringkali hanya memerlukan tindakan sederhana, yakni dengan kompres atau mandi, atau mungkin terapi antipiretik seperti parasetamol (Bagian 4.7.1). Kejang demam yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit), kejang berulang, atau yang menyerang anak yang memang diketahui berisiko, harus diobati dengan lebih aktif karena adanya risiko kerusakan otak. Obat pilihan utama ialah diazepam yang diberikan dengan cara injeksi intravena lambat, dosis 250 mcg/kg bb (Bagian 4.8.2), atau rektal dalam larutan dengan dosis 500 mcg/kg bb (maksimal 10 mg). Ulangi bila perlu. Melalui rektal lebih disukai karena absorpsi yang memuaskan dicapai dalam beberapa menit dan pemberiannya jauh lebih mudah. Bentuk supositoria tidak diberikan karena absorpsinya terlalu lambat.

Profilaksis secara berselang (obat antikonvulsi diberikan pada saat mulai demam) hanya mungkin dilaksanakan pada sejumlah kecil kasus. Obat pilihan utamanya ialah diazepam juga, oral atau rektal. Peran utama dari terapi profilaksis yang terus-menerus pada anak dengan risiko kejang lama atau kejang demam kompleks masih diperdebatkan. Obat profilaksis yang diberikan terus-menerus, diindikasikan hanya pada sejumlah kecil anak, dengan kondisi sebagai berikut: (1) serangan pertama kali terjadi pada umur kurang dari 14 bulan, atau (2) mempunyai kelainan neurologis sebelumnya, atau (3) yang telah memiliki riwayat serangan kejang yang berlangsung lama sebelumnya atau kejang fokal. Oleh karena itu profilaksis antikonvulsi jangka panjang jarang diindikasikan.

Tindakan lain yang diperlukan ialah mencari penyebab demamnya agar dapat dilakukan terapi terhadap penyebabnya sehingga dapat dilakukan pencegahan timbulnya serangan.