Valproat

Natrium valproat efektif untuk mengendalikan kejang tonik-klonik, terutama pada kejeng umum primer. Natrium valproat merupakan obat pilihan untuk epilepsi umum primer, absans umum, dan kejang mioklonik, serta dapat dicoba pada, kejang atonik, tonik dan absans atipikal. Studi berpembanding kontrol pada epilepsi fokal memberi kesan bahwa natrium valproat memiliki efikasi yang sama dengan karbamazepin dan fenitoin. Kadar plasma valproat bukan merupakan indeks efikasi yang berguna, oleh karena itu monitoring secara rutin tidak membantu. Obat ini memiliki efek metabolik yang luas, mungkin memiliki efek samping yang terkait dengan dosis.

Asam valproat (sebagai seminatrium valproat) (bagian 4.2.2) digunakan untuk mania akut yang disebabkan gangguan bipolar.

Monografi: 

VALPROAT (ASAM VALPROAT/NATRIUM VALPROAT)

Indikasi: 

Sebagai terapi tunggal atau terapi tambahan pada pengobatan partial seizure (elementary dan kompleks) dan absence seizure (petit mal seizure).

Peringatan: 

Kegagalan fungsi hati yang berakibat fatal dapat terjadi. Hati-hati diberikan pada pasien dengan riwayat penyakit hati, kelainan kongenital yang disertai retardasi mental, dan penyakit otak karena organik. Hentikan pemberian obat jika terjadi disfungsi hati. Pemberian obat selama kehamilan sebaiknya mempertimbangkan manfaat-resiko pemberian obat.

Interaksi: 

Hipersensitivitas Penderita penyakit hati atau disfungsi hati yang nyata.

Efek Samping: 

Hati: Kegagalan fungsi hati yang bersifat sementara, peningkatan bilirubin serum. Perubahan yang abnormal dari fungsi hati dapat merupakan tanda terjadinya hepatotoksisitas. Efek samping yang paling sering dilaporkan: mual, muntah, dan indigestion, pankreatitis, peningkatan bleeding time, perdarahan, hematoma, leukopenia, trombositopenia, anemia, supresi sumsum tulang, psikosis, agresi, menstruasi yang tidak beraturan, kelelahan, rambut rontok (pernah dilaporkan). Hiperglisinemia pernah dilaporkan dan berakibat fatal pada pasien yang pre-existing non-ketotic hyperglicenemia.

Dosis: 

Dosis awal 15 mg/kg bb perhari, dosis ditingkatkan sebesar 5-10 mg/kg bb perhari dengan interval 1 minggu sampai serangan dapat diatasi dan atau tidak muncul efek samping berat (terutama peningkatan enzim hati). Dosis maksimum adalah 60 mg/kg bb perhari. Jika dosis total melebihi 250 mg perhari diberikan dalam dosis terbagi 2.