Levetirasetam

Levetirasetam digunakan sebagai terapi tambahan pada kejang fokal (partial) dan kejang mioklonik.

Monografi: 

LEVETIRASETAM

Indikasi: 

terapi tambahan untuk seizure parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder.

Peringatan: 

hindari penghentian obat secara tiba-tiba; gangguan hati; gangguan ginjal; kehamilan (lihat Lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5).

Interaksi: 

Tingkat absorpsi levetiracetam tidak diubah oleh makanan, tetapi kecepatan absorpsinya berkurang.

Kontraindikasi: 

pasien yang hipersensitivitas terhadap levetiracetam atau derivatif pirolidon lainnya.

Efek Samping: 

mengantuk, asthenia, pusing; anoreksia, diare, dispepsia, mual, muntah, batuk, amnesia, ataksia, depresi, keinginan bunuh diri, ketidakstabilan emosi, agresi, insomnia, gugup, kejang, hiperkinesia, tremor, vertigo, sakit kepala, diplopia, ruam kulit; ansietas, dilaporkan juga bingung iritabilitas, psikosis; leukopenia, pansitopenia, trombositopenia dan alopesia.

Dosis: 

Dosis awal 1 g sehari dalam dosis terbagi 2, atau dengan kenaikan 1 g setiap 2-4 minggu; maksimal 3 g per hari dalam dosis terbagi 2; ANAK: di bawah 16 tahun tidak dianjurkan; Pasien dengan gangguan ginjal, sesuai dengan tabel berikut:

Bersihan Kreatinin (ml/min)

Dosis dan frekuensi

>80 500-1500 mg 2 kali sehari
50-79 500-1000 mg 2 kali sehari
30-49 250-750 mg 2 kali sehari
<30 250-500 mg 2 kali sehari
Penyakit ginjal
tahap akhir Pasien
yang menjalani dialisis
500-1000 mg sekali sehari