Karbamazepin dan Okskarbazepin

Karbamazepin merupakan obat pilihan untuk kejang fokal yang sederhana dan kompleks serta kejang tonik-klonik sekunder setelah cetusan fokal. Obat ini memiliki indeks terapetik yang lebih luas dibanding fenitoin serta hubungan antara dosis dan kadar plasma karbamazepin adalah linier. Obat ini memiliki efek samping yang lebih sedikit dari pada fenitoin atau golongan barbiturat. Pandangan kabur yang bersifat reversibel, pusing, dan ketidakstabilan merupakan efek samping yang tergantung dosis dan dapat membatasi dosis yang digunakan. Efek samping ini dapat dikurangi dengan mengubah waktu pengobatan; penggunaan tablet lepas termodifikasi juga secara signifikan menurunkan kejadian efek samping yang tergantung dosis. Penting untuk memulai terapi karbamazepin pada dosis rendah dan ditingkatkan secara perlahan dengan peningkatan 100-200 mg tiap dua minggu.

Okskarbazepin terdaftar untuk terapi kejang fokal dengan atau tanpa kejang tonik-klonik umum sekunder. Okskarbazepin lebih menginduksi penurunan enzim hati dibandingkan karbamazepin.

Monografi: 

KARBAMAZEPIN

Indikasi: 

epilepsi, semua jenis, kecuali petit mal, neuralgia trigeminus; profilaksis pada manik depresif.

Peringatan: 

gangguan hati atau gangguan ginjal, hamil, menyusui, hindari pemutusan obat mendadak, riwayat penyakit jantung, glaukoma, riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (karbamazepin).

Kontraindikasi: 

gangguan konduksi AV riwayat depresi sumsum tulang, porfiria.

Efek Samping: 

mual, muntah, pusing, mengantuk, sakit kepala, ataksia, bingung dan agitasi (LANSIA), gangguan penglihatan (terutama diplopia); konstipasi atau diare; ruam dengan eritema (hentikan obat bila memburuk atau disertai dengan gejala lain), leukopenia dan gangguan darah lain, hepatitis, sindroma Steven Johnson, artralgia, demam, proteinuria, gangguan konduksi jantung, depresi, impotensi, ginekomastia, galaktore, fotosensitivitas, hipertensitivitas paru, hiponatremia dan edema.

Dosis: 

oral: dosis awal 100-200 mg, 1-2 kali sehari. dinaikkan bertahap sampai 800-1200 mg/hari dalam dosis terbagi. LANSIA: kurangi dosis awal. ANAK, sampai 1 tahun 100-200 mg; 1-5 tahun 200-400 mg; 5-10 tahun 400-600 mg; 10-15 tahun 600-1000 mg dalam dosis terbagi.

OKSKARBAZEPIN

Indikasi: 

epilepsi umum, tonik-klonik primer dan epilepsi parsial dengan atau tidak dengan generalisasi sekunder.

Peringatan: 

Wanita hamil, menyusui. Pantau kadar Na dalam serum; disfungsi ginjal berat, pemutusan obat jangan mendadak, alergi silang dengan karbamazepin. Hati-hati mengemudi dan menjalankan mesin.

Interaksi: 

antipirin, warfarin, felodipin, fenitoin, asam valproat, obat penghambat enzim, penyekat MAO, alkohol, kontrasepsi oral.

Kontraindikasi: 

AV block.

Efek Samping: 

rasa lelah, kadang mengantuk, sel darah putih berkurang, hiponatremia. Jarang: depresi, psikis labil, trombositopenia, pansitopenia, sindrom Stevens Johnson.

Dosis: 

monoterapi: dosis awal 300 mg/hari, kemudian 600-1200 mg/hari. Politerapi: dosis awal 300 mg/hari; dosis pemeliharaan: 900-3000 mg/hari.