Fenobarbital dan Barbiturat Lainnya

Fenobarbital (fenobarbiton) efektif untuk kejang tonik-klonik dan kejang fokal (partial) tetapi dapat bersifat sedatif pada orang dewasa dan menyebabkan gangguan perilaku dan hiperkinesia pada anak-anak. Obat ini dapat dicoba pada, kejang atonik tonik dan absans atipikal . Kekambuhan kejang adalah masalah pada penghentian terapi. Monitoring kadar plasma mungkin tidak sepenting pada obat lainnya karena terjadinya toleransi. Primidon sebagian besar diubah menjadi fenobarbital dan ini mungkin yang menyebabkan primidon memiliki aksi antiepileptik. Dosis awal primidon yang rendah (125 mg) adalah penting, dan obat sebaiknya terus diberikan selama beberapa minggu.

Monografi: 

FENOBARBITAL (FENOBARBITON)

Indikasi: 

epilepsi, semua jenis, kecuali petit mal, status epileptikus.

Peringatan: 

lansia, anak, debil, gangguan fungsi hati dan ginjal, depresi pernapasan, hamil, menyusui, hindari pemutusan obat mendadak.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (fenobarbital).

Kontraindikasi: 

depresi pernapasan berat, porfiria.

Efek Samping: 

mengantuk, letargi, depresi mental, ataksia, nistagmus, iritabel dan hiperaktif pada anak: agitasi, resah dan bingung pada lansia; reaksi alergi pada kulit, hipoprotrom binemia, anemia megaloblastik.

Dosis: 

oral : 60-180 mg (malam). ANAK 5-8 mg/kg bb/hari.Injeksi intramuskular/intravena 50-200 mg, ulang setelah 6 jam bila perlu, maksimal 600 mg/ hari. Encerkan dalam air 1:10 untuk intravenaStatus epileptikus (tersedia di ICU): injeksi intravena kecepatan tak lebih dari 100 mg/menit, sampai bangkitan teratasi atau sampai maksimal 15 mg/kg bb/hari tercapai.

PRIMIDON

Indikasi: 

semua jenis epilepsi kecuali petit mal. Juga dipakai untuk tremor esensial.

Peringatan: 

lihat Fenobarbital.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (primidon).

Kontraindikasi: 

lihat Fenobarbital.

Efek Samping: 

lihat Fenobarbital. Mengantuk, ataksia, mual, gangguan penglihatan, dan ruam, biasanya reversibel meski obat diteruskan.

Dosis: 

epilepsi: dosis awal 125 mg/hari menjelang tidur, dinaikkan 125 mg tiap 3 hari sampai 500 mg/hari dalam 2 dosis terbagi, kemudian dinaikkan 250 mg tiap 3 hari sampai maksimal 1,5 g/hari, dosis terbagi. ANAK kurang dari 2 tahun: 250-500 mg/hari, dalam 2 dosis terbagi; 2-5 tahun 500-750 mg/hari, dalam 2 dosis terbagi, 6-9 tahun 0,75-1 g/hari dalam 2 dosis terbagi.