Benzodiazepin

Klonazepam biasanya digunakan pada kejang tonik-klonik atau kejang fokal (partial), tetapi efek samping sedasinya cukup nyata. Klobazam dapat digunakan sebagai terapi penyerta untuk epilepsi (bagian 4.1.2), tetapi efektifitas obat ini dan benzodiazepin lainnya dapat berkurang bertahap setelah terapi terus-menerus selama beberapa minggu atau bulan.

Monografi: 

KLOBAZAM

Indikasi: 

terapi tambahan pada epilepsi; penggunaan jangka pendek ansietas.

Peringatan: 

lihat Diazepam.

Interaksi: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat Diazepam.

Efek Samping: 

lihat Diazepam.

Dosis: 

epilepsi: 20-30 mg/hari, maksimal 60 mg/hari. ANAK di atas 3 tahun: tidak lebih dari setengah dosis dewasa.

Keterangan: 

Sediaan: Lihat 4.1.2.

KLONAZEPAM

Indikasi: 

epilepsi, semua jenis, termasuk petit mal, mioklonus, status epileptikus.

Peringatan: 

gangguan hati dan ginjal, penyakit pernapasan, lansia, debil, pemutusan obat mendadak, kehamilan (lampiran 4), menyusui (lampiran 5).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (klonazepam).

Kontraindikasi: 

depresi pernapasan, insufisiensi pulmoner akut, porfiria.

Efek Samping: 

letih, mengantuk, pusing, hipotoni otot, gangguan koordinasi gerak; hipersalivasi pada bayi; agresi, iritabel dan perubahan mental; jarang gangguan darah, abnormalitas fungsi hati.

Dosis: 

dosis awal 1 mg (LANSIA: 500 mcg) malam hari, selama 4 hari. Bertahap dosis dinaikkan dalam 24 minggu sampai dosis pemeliharaan: 4-8 mg/hari, dalam dosis terbagi. ANAK sampai 1 th, 250 mcg, dinaikkan bertahap sampai 0,5-1 mg; 1-5 th: 250 mcg, dinaikkan bertahap sampai 1-3 mg; 5-12 th: 500 mcg, bertahap naik sampai 3-6 mg.