13.2.1 Emolien

Emolien menyejukkan, menghaluskan, dan melembabkan kulit dan diindikasikan untuk semua penyakit kulit bersisik (seperti iktiosis). Efek obat-obat ini singkat dan sebaiknya tetap sering dioleskan walaupun telah terjadi perbaikan. Emolien berguna pada penyakit eksim kering, dan kurang baik pada psoriasis (13.5.2). Sediaan sederhana seperti krim yang mengandung air sesuai untuk beberapa pasien dengan kulit yang kering namun sediaan yang lebih berminyak meliputi parafin putih yang lembut, salep emulsi, dan salep parafin putih cair yang lembut juga tersedia. Tingkat keparahan, keinginan pasien dan lokasi pemberian obat seringkali menentukan pemilihan emolien. Beberapa bahan kadang dapat menyebabkan sensitisasi dan ini sebaiknya dicurigai bila timbul reaksi eksematosa. Kalamin dan seng oksida dapat ditambahkan karena berguna dalam eksim kering. Dapat dicampur bahan penebal seperti talk dan kaolin.

Sediaan seperti krim dengan dasar salep dan salep emulsi dapat digunakan sebagai bahan pengganti sabun untuk pencuci tangan dan untuk mandi. Penggunaannya digosokkan pada kulit sebelum dibilas seluruhnya. Penambahan minyak untuk mandi dapat juga membantu sediaan yang mengandung antibakteri harus dihindarkan kecuali bila ada infeksi atau jika ada keluhan yang berulang. Urea digunakan sebagai pelembab. Digunakan dalam kondisi kulit bersisik dan berguna pada pasien lanjut usia. Urea dipakai dengan obat topikal seperti kortikosteroid untuk meningkatkan penetrasi.

Pada neonatus, sediaan emolien yang berbasis parafin bebas pengawet dapat melembabkan kulit tanpa mempengaruhi flora kulit normal. Zat seperti minyak zaitun juga digunakan. Pembentukan blisters (epidermolysis bullosa) atau iktiosis dapat dihilangkan dengan mengoleskan cairan dan salep parafin putih yang lembut sambil menunggu hasil pemeriksaan kulit.

Monografi: 

Urea

Catatan: 

Berikut ini beberapa sediaan yang menagndung emolien.